Suami
sekaligus ayah ini memilih untuk mengampuni pembunuh kejam yang
memperkosa dan menghabisi nyawa Yadira Martinez, istrinya serta anaknya
yang masih berusia 10 tahun, Karla. Tidak hanya itu, Bryan Clay, sang
pelaku tega meninggalkan Martinez Sanchez dalam keadaan sekarat setelah memukul kepala pria 39 tahun tersebut dengan palu. Bahkan pihak kepolisian menilai kasus ini sebagai salah satu kasus kriminal yang paling sadis.
Menurut Martinez Sanchez, kasih Tuhanlah yang memampukannya memberikan pengampunan
itu. "Sebagai orang percaya dalam Kristus, aku tahu bahwa Allah
mengampuni segala dosa mereka yang memiliki iman kepada-Nya. Dalam hal
ini, saya diperintahkan untuk melakukan hal yang sama," kata
Martinez-Sanchez.
Kemudian, ketika ditanya oleh wartawan apa yang akan dikatakannya jika diberi kesempatan untuk berjumpa dengan sang pelaku, Martinez Sanchez-menjawab, "Saya akan mengatakan, 'Aku memaafkanmu.' Jika dia mencium pipiku, aku akan menciumnya kembali."
Martinez-Sanchez membacakan pernyataan pengampunannya
kepada rekan-rekan media didampingi kedua anaknya, Christoper (10) dan
Alejandro (5). Namun demikian, dia tetap menyerahkan penghakiman
sepenuhnya kepada pengadiilan.
Banyak
masalah menjadi semakin kalut ketika seseorang tidak bisa mengampuni.
Karena itulah Yesus begitu sering memberikan pengajaran agar kita
mengampuni orang lain, sebagaimana Tuhan sudah lebih dahulu mengampuni
kita.