Sumber
lain menyebutkan jumlah korban yang berbeda, namun setidaknya kejadian
yang terjadi minggu lalu ini dikonfirmasi oleh Baptist Press. "Lima
puluh anggota gereja kami dibunuh di dalam bangunan gereja dimana
mereka mengungsi. Mereka dibunuh bersama dengan istri pendeta dan
anak-anak," kata Rev. Dachollom Datiri, wakil presiden Gereja Kristus di
Nigeria, dalam sebuah wawancara yang dilakukan pada 11 Juli lalu.
Umat Kristen yang terbunuh akibat tindakan anarkis ini berada di berbagai daerah Nigeria seperti Maseh, Ninchah, Kakkuruk, Kuzen, Negon, Pwabiduk, Kai, Ngyo, Kura Falls, Dogo, Kufang, dan Ruk. "Nigeria menjadi tempat pembunuhan bagi umat Kristen. Ratusan yang sudah dibunuh secara brutal – termasuk wanita dan anak-anak – oleh Boko Haram," kata Jerry Dykst, juru bicara Open Doors, USA.
Penganiayaan sangat terasa di dalam negara Nigeria dan sepertinya tidak ada yang dapat dilakukan oleh negara-negara lain atau pihak lain ketika nyawa-nyawa itu melayang oleh kekerasan. Yang mereka perhatikan bagaimana
hak para homoseksual, mereka lebih peduli dengan pro-kontra aborsi, dan
lain sebagainya. Padahal nyawa begitu berharga. Ketika penganiayaan terjadi, bisakah kita tetap taat pada iman kita?
Baca Juga :